INTEGRITY
PROFESSIONALISM
ENTREPRENEURSHIP
Language

Berita Terbaru

Webseminar " How To Sell Your Product Digitally & Physically "

14 December 2020

 

         

        Pada Senin, 14 Desember 2020, Universitas Pembangunan Jaya dan Jaya Launch Pad telah menggelar program National Webseminar Entrepreneurship 2020 dengan tema seminar “ How To Sell Your Product Digitally & Physically ”. Pada Acara kali ini, yang bertugas sebagai host adalah Octa Andra Ferdian yang merupakan Staff dari Jaya Launch Pad, lalu ada Ibu Fasya Syifa Mutma yang bertindak sebagai moderator seminar. Acara kali ini mengundang cukup banyak pembicara, tercatat ada 3 pembicara pada webseminar kali ini, yang pertama adalah Bapak Stephanus, S.Kom., MMSI. yang merupakan Head of Hire Purchase Sales Dept dari AEON Credit Service Indonesia. Lalu yang kedua ada Bapak Fendi Saputra, SE., MM. yang merupakan dosen prodi manajemen di Universitas Pembangunan Jaya, sementara pembicara ketiga adalah Bapak Edo Prasetyo, S.Kom., MM. yang merupakan dosen bisnis digital di Universitas Bunda Mulia.

         Acara dimulai dengan pembukaan host, lalu host mempersilahkan bapak Hendy Tannady untuk memberikan sambutannya kepada para peserta yang mengikuti seminar. Setelah selesai memberikan kata sambutan, selanjutnya host memperkenalkan moderator seminar, dan sekaligus mempersilahkan moderator untuk mengambil alih acara. Acara pun dimulai oleh moderator dengan memperkenalkan ketiga pembicara, dan sekaligus menerangkan bahwa nanti diakhir sesi pemaparan, akan ada sesi tanya jawab, yang dikhususkan bagi peserta yang ingin mengajukan pertanyaan kepada para pembicara.

       Moderator pun memulai sesi pemaparan dengan narasumber pertama yakni bapak Stephanus. Pada sesi pemaparan ini, narsum pertama menerangkan sedikit tentang profil dirinya dan saat ini sedang bekerja dimana. Setelah memperkenalkan diri, pak Stephanus mulai masuk ke profile company dari tempat dia bekerja, yakni AEON Credit Service Indonesia, dimana bisnis usaha tersebut merupakan anak perusahaan dari AEON Mall, yang dimiliki oleh perusahaan Jepang. Masuk kepembahasan selanjutnya, dimana pak Stephanus menerangkan bagaimana cara menjual produk secara digital atau secara fisik, khususnya di situasi pandemi seperti sekarang ini.

      Beliau menilai saat ini memasarkan produk secara digital lebih mudah dibanding secara fisik, hal tersebut dikarenakan penggunaan internet dan gadget masyarakat Indonesia saat ini menjadi salah satu yang terbesar di Asia. Setelah selesai dengan pemaparan narsum pertama, moderator kemudian langsung mengalihkan sesi ke pemaparan materi untuk narsum selanjutnya yakni bapak Fendi Saputra.

        Narsum kedua pun memulai pemaparannya dengan memperkenalkan diri dan pengalaman kerjanya. Setelah itu beliau mulai masuk ke pembahasan materi mengenai penjualan produk, hal-hal apa saja yang harus diperhatikan, bagaimana cara memasarkan atau menjual produk. Bapak Fendi pun menilai menjual sebuah produk dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni soft selling dan hard selling. Setelah selesai dengan sesi pemaparan materi narsum kedua, moderator kemudian mempersilahkan untuk narsum ketiga memulai pemaparannya tentang cara menjual sebuah produk.

Namun sebelum masuk ke materi, narsum ketiga yakni bapak Edo Prasetyo memperkenalkan diri terlebih dahulu dan sedikit membahas tentang pengalaman kerja yang ia miliki. Setelah itu narsum ketiga pun mulai masuk kepada pembahasan materi. Inti yang disampaikan oleh narsum ketiga tentang bagaimana menjual produk adalah bagaimana dari sisi penjual juga harus memperhatikan apa yang sebenarnya costumer kita inginkan. Selain itu seorang penjual yang memasarkan produknya melalui platform digital, harus melihat betul detail-detailnya seperti membuat caption, atau komposisi foto produk yang baik. Hal tersebut dimaksudkan, agar barang yang kita jual dapat menarik hati pembeli.

        Setelah ketiga narsum memaparkan materinya, moderator kemudian membuka sesi tanya jawab yang dikhususkan untuk para peserta yang ingin bertanya, terkait tema seminar.  Dikarenakan waktu yang terbatas, pada sesi ini hanya diberikan waktu sekitar 15 menit, akan tetapi sesi ini mampu dimanfaatkan narsum untuk menjelaskan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan oleh peserta. Setelah sesi tanya jawab selesai, moderator kemudian merangkum hasil dari seminar, dan mempersilahkan para narasumber untuk memberikan kata-kata mutiara untuk para peserta. Acara pun ditutup dengan sesi foto bersama.

        Pada seminar ini terhitung ada sekitar 200 peserta yang hadir dan berpartisipasi. Seminar dengan topi yang menyenangkan membuat para peserta sangat interaktif dan menyimak pemaparan dari para narasumber.